Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,,
Terkadang kita sering menghadapi suatu peristiwa yang tidak kita sukai bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Sehingga ketika peristiwa itu terjadi kita sering marah bahkan sampai menyiksa diri ikita sendiri. Lalu bagaimanakah sebaiknya kita menyikapi kemarahan tersebut. Apa yang seharusnya kita lakukan mengeluarka kemarahan tersebut atau justru harus memendamnya??
Apa yang sering anda lakukan ketika anda marah? apakah anda sering menyatakannya atau malah hanya diam saja. Mengumpulkan kekesalan anda seperti anda menabung di bank, atau anda akan meledak dan melampiaskan kemarahan tersebut kepada orang lain atau apapun yang berada disekitar anda? Apakah anda mendiskusikan masalah anda setelah anda tenang? Apakah "mengeluarkan kemarahan" membuat kemarahan tersebut hilang dari diri anda, atau malah membuat perasaan itu semakin kuat? Jawaban dari pertanyaan ini dalah sesuatu yang vital dalam hubungan anda dengan keluarga, tetangga, atasan dan orang lain.
Perasaan marah yang kronis dan ketidakmampuan mengendalikan kemarahan tersebut dapat menyebabkan kerugian emosional dan merupakan sesuatu yang tidak sehat, seperti halnya masalah depresi atau kecemasan yang kronis. sedangkan menurut kebanyakan nasihat psikologi populer, penelitian menunjukan bahwa mengekspresikan kemarahan tidak selulu membuat kemarahan itu hilang dari diri anda. sering kali orang akan menjadi merasa lebih buruk setelah mengalami konfrontasi kemarahan, baik secara fisik, maupun secara mental. saat orang mengekpresikan kemarahan mereka dan mengulang - ulang seberapa besar kemarahannya atau menyalurkan perasaan tersebut melalui tindakan yang kasar, sering kali mereka mengalami peningkatan tekanan darah, merasa lenih marah, dan berperilaku lebih agresif, dibandingkan apabila mereka hanya membiarkan perasaan marah tersebut menghilang denagan sendirinya (Bushman dkk.,2005)
Saat orang belajar mengendalikan perasaan marah mereka, dan mengekpresikan perasaan marah dengan cara yang konstruktif, biasanya mereka akan merasakan lebih baik dan tenang alih - alih menjadi semakin marah atau memburuk. Charles Darwin (1872/195), sekali lagi, mengeluarkan pernyataan yang tepat, "Pengekspresian emosi secara bebas, baik melalui isyarat verbal maupun nonverbal, kan meningkatkan intensitas emosi tersebut.
Ia yang membiarkan munculnya bahasa tubuh yang kasar akan meningkatkan kemarahannya tersebut.
Nah jadi udah taukan kalau lagi marah kita harus gimana?? hhehehe kalau bisa jangan sering - sering marah yaa..
Mungkin ini yang bisa bagi.. terimakasihh..

First dapet apa niich?
BalasHapusMantul
BalasHapusPendam selagi masih mampu di pendam
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusDipendam agar tidak ada yang terluka~
BalasHapusKereen nyaaa
BalasHapusmantap pembahasannya ya
BalasHapusYang paling penting, love your self first nihh, bagus isinyaa
BalasHapus💚
BalasHapusMantep nih. Semoga emosinya tidak terproyeksikan ke orang lain yaa
BalasHapusSukaaaa ❤❤
BalasHapus